Kepahiang, Wordcovernews.com – Pihak keluarga almarhumah Sopiah yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Gunung Desa Tebat Monok, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, menyampaikan permintaan kepada sejumlah aktivis untuk tidak melakukan aksi demonstrasi terkait kasus tersebut.
Permintaan itu disampaikan melalui surat pernyataan resmi keluarga yang ditandatangani oleh perwakilan keluarga, Remo Ricardo, SH dan Zulkarnain. Dalam surat tersebut, keluarga juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai elemen masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta aktivis, khususnya Dewan Pengurus Aktivis Sumsel–Jakarta, atas perhatian dan kepedulian terhadap musibah yang menimpa almarhumah.
“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada elemen masyarakat, LSM, dan para aktivis atas perhatian dalam musibah meninggalnya anggota keluarga kami,” demikian kutipan isi surat pernyataan tersebut.
Namun demikian, keluarga secara tegas meminta agar tidak ada aksi demonstrasi yang dilakukan terkait kematian Sopiah. Keluarga menyatakan telah mempercayakan sepenuhnya proses penanganan kasus tersebut kepada aparat kepolisian, yakni Polres Kepahiang dan Polda Bengkulu.
“Kami dari keluarga percaya sepenuhnya kepada proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” tulis keluarga dalam surat tersebut.
Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa saat ini mereka masih dalam kondisi berduka. Mereka menilai adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi duka tersebut untuk kepentingan tertentu, terutama dengan melakukan aksi tanpa sepengetahuan dan izin keluarga.
“Kami beranggapan ada pihak-pihak yang memanfaatkan duka kami untuk tujuan tertentu, karena aksi yang dilakukan di luar sepengetahuan dan izin keluarga,” lanjut isi pernyataan itu.
Keluarga menegaskan bahwa surat pernyataan tersebut dibuat secara sadar tanpa adanya tekanan atau paksaan dari pihak manapun.
Kasus meninggalnya Sopiah sebelumnya menjadi perhatian publik setelah korban dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh pihak kepolisian di wilayah Kabupaten Kepahiang.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.







































