Dinkes Bersama Ahli Gizi Komitmen Awasi Standar dan Kebersihan Program Makan Bergizi Gratis

0
113
Kegiatan talkshow Sinergitas Menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Polda Bengkulu, Kamis (6/11). (Foto: Istimewa)

Bengkulu, Wordcovernews.com – Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu menegaskan komitmennya dalam memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan dan kualitas gizi. Melalui koordinasi intensif dengan tim Satuan Pelaksana Pangan Gizi (SPPG), Dinkes melakukan pengawasan ketat mulai dari proses produksi hingga pengelolaan limbah makanan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Gustin Nuhtiara, SKM, menyampaikan bahwa setiap kali ditemukan permasalahan di lapangan, tim Dinkes segera turun langsung untuk melakukan evaluasi.

“Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kualitas gizi dan kebersihan makanan tetap terjaga. Kami pantau dari tahap awal penyajian hingga ke pengelolaan limbah makanan,” ujar Gustin dalam kegiatan talkshow Sinergitas Menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis di Polda Bengkulu, Kamis (6/11).

Sementara itu, Riska Oktavia, S.Tr.Gz, selaku ahli gizi, menjelaskan bahwa menu makanan dalam program MBG disusun berdasarkan konsep “Isi Piringku” yang menyesuaikan kebutuhan gizi anak-anak. Ia menambahkan, menu seperti nasi kuning, capcay, dan ayam karaage menjadi favorit para peserta didik.

“Menu lokal masih kami sesuaikan agar tetap sesuai dengan preferensi anak-anak namun memenuhi standar gizi seimbang. Kami juga memberikan edukasi gizi agar anak-anak memahami pentingnya pola makan sehat,” kata Riska.

Riska menuturkan, pihaknya turut mengelola limbah makanan secara bertanggung jawab melalui kerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan bank sampah agar tidak terbuang percuma serta memberi nilai tambah bagi lingkungan.

Program MBG yang dijalankan lintas sektor ini diharapkan tidak hanya meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya keamanan pangan dan pengelolaan makanan berkelanjutan di masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here