Kades Arga Mulya Ajak Warga Waspadai Penyebaran Paham Radikalisme

0
35
Kepala Desa Arga Mulya, Dedi Afriadi. (Wordcovernews.com)

Bengkulu Utara, Wordcovernews.com – Pemerintah Desa Arga Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran paham radikalisme dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala Desa Arga Mulya, Dedi Afriadi, mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan desa agar tetap kondusif dari berbagai pengaruh yang dapat memecah belah persatuan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Desa Arga Mulya agar tidak mudah terpengaruh oleh kelompok atau individu yang menyebarkan paham radikalisme maupun intoleransi. Persatuan dan kerukunan harus tetap dijaga,” kata Dedi Afriadi di Bengkulu Utara, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah desa terus mendorong masyarakat untuk lebih selektif dalam mengikuti kegiatan yang mengatasnamakan kajian keagamaan maupun kegiatan sosial lainnya, terutama jika aktivitas tersebut dilakukan secara tertutup dan tidak melibatkan masyarakat secara terbuka.

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan apabila menemukan kegiatan yang mencurigakan, khususnya yang berpotensi menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami berharap masyarakat segera melaporkan kepada aparat desa maupun pihak berwenang apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Hal ini penting agar dapat segera dilakukan langkah antisipasi,” ujarnya.

Dedi Afriadi menambahkan, pemerintah desa juga mendukung langkah pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah berkembangnya ideologi yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia juga mengingatkan bahwa organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan oleh pemerintah sejak 19 Juli 2017 melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 karena ideologi yang diusung dinilai bertentangan dengan Pancasila.

“Kami berharap masyarakat tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, menjaga kerukunan antarwarga, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan desa,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here